TASIKMALAYA, – Ketua MKKS wilayah Karangnunggal terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa SMP dari perwakilan masing -masing sekolah dari 34 SMP di wilayah MKKS Karangnunggal dengan berbagai lomba berbahasa daerah, seperti puisi, Pupuh, bobodoran, sajak dan bentuk kesenian lainnya.

Ketua MKKS wilayah Karangnunggal, Ari S.Pd, mengatakan, program revitalisasi bahasa daerah telah dilaksanakan sejak beberapa tahun kebelakang melalui sejumlah kegiatan seperti FTBI, bimbingan teknis guru master, serta pengimbasan dan pengawasan bahasa daerah. “Untuk FTBI tahun 2026 ini yaitu pelestarian bahasa Daerah (Sunda), bobodoran (komedi), pidato, mendongeng, sajak, pupuh, dan baca puisi,” ujar Ari, Senin (21/9/2026).
Menurut Ari, FTBI digelar di SMPI Al-Fadilah Menol untuk mencari bobot bibit dan juara untuk melaju ke tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah tahun dari 34 SMP di wilayah MKKS Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya telah mengirimkan perwakilan peserta untuk mengikuti lomba FTBI. Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah,” terangnya.
Hal senada disampaikan ketua MKKS Kabupaten Tasikmalaya H. Ade Iwan, S.Pd.I M.Pd.I, pentingnya regulasi sebagai penguatan pelestarian bahasa daerah (Sunda) saat ini di Kabupaten Tasikmalaya, masih belum memiliki regulasi terkait hal tersebut. “Kami sangat berharap di kabupaten dan Tasikmalaya memiliki regulasi terkait dengan pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa daerah,” ujarnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua MKKS Kabupaten Tasikmalaya, H. Ade Iwan S.Pd.I, M.Pd.I, ketua MKKS wilayah Karangnunggal, Ari Satria S.Pd, M.Pd, bendahara MKKS Hj. Evi, S.Pd, seluruh Kepsek SMP se-wilayah Karangnunggal, pengawas SMP Drs. H. Pupung, S.Pd, M.Pd, para siswa peserta lomba FTBI dan tamu undangan lainnya.
(S.Ade Hardi)
