Tambun Selatan – WIP. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dr.Ferry Parluhutan Sirait mengungkapkan bahwa, musim kemarau berkepanjangan saat ini menjadi momentum Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Bekasi harus lebih intensif lagi membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan tersebut. Hal ini dikatakan kepada WIP Selasa, (22/09/2026).

Menurut Ferry bahwa siklus musim selalu datang silih berganti dan hal ini mengakibatkan dampak yang besar bagi masyarakat. Dan dampak ini sebenarnya bisa diantisipasi oleh Pemda Kabupaten Bekasi melalui Mitigasi bencana. Mitigasi bencana ini harus dipetakan sebelumnya oleh Dinas terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dan ini menjadi tantangan tersendiri yang mana tiap tahun siklus ini terjadi.
Dampak pergantian musim belakangan ini semakin besar karena adanya juga perubahan iklim global. Namun hal itu tidak mengurangi semangat Pemerintah Daerah dalam merancang dan memetakan setiap daerah mana saja yang berdampak luas. Sehingga bisa diambil suatu kesimpulan dan keputusan yang tepat agar dampak ke masyarakat tidak terlalu besar.

Belakangan ini menurut Ferry bahwa di berbagai Kecamatan dan Desa di wilayah Kabupaten Bekasi masih banyak yang mengalami Kekeringan. Apa yang harus dilakukan Pemda ya harus segera di lakukan. Lakukanlah dengan baik dan segera. Sebab masyarakat membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah Kita.

Misalkan BPBD bekerja sama dengan stakeholder lainnya seperti Perumda Tirta Bhagasasi menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Sebab air adalah kebutuhan primer bagi m
asyarakat luas. Sebab kalau air bersih tidak ada maka masyarakat dipastikan akan mengalami dampak yang sangat besar.
Menurut informasi bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sebanyak 2.772.000 liter (atau sekitar 2,77 juta liter) air bersih khusus dari pihak BPBD, bagian dari total 10,1 juta liter air bersih yang disalurkan secara kolaboratif oleh [Pemkab Bekasi] (termasuk Perumda Tirta Bhagasasi dan instansi lainnya) untuk warga yang terdampak kekeringan pada tahun 2026 ini.

AmDi sisi lain bahwa dampak sekarang ini ke masyarakat banyak mengalami penurunan suplai air dan penurunan kualitas lingkungan baik, Persawahan warga juga banyak mengalami Kekeringan sehingga musim menandur atau mengolah lahan persawahan terbengkalai akibat kekeringan tersebut.
Sementara itu Plt. Bupati Bekasi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menyampaikan bahwa karakteristik wilayah Kabupaten Bekasi yang kompleks membutuhkan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan aktivitas ekonomi yang besar, sekaligus menghadapi berbagai potensi bencana dan risiko kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan faktor hidrometeorologi, kondisi lingkungan, serta perkembangan wilayah.
“Penanggulangan bencana tidak dapat hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesiapsiagaan, mitigasi, sistem peringatan dini, kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga kebencanaan, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus ditingkatkan.
Perlu diketahui bahwa sebentar lagi Musim berganti maka persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi adalah musim penghujan yang menimbulkan banyak Daerah yang mengalami kebanjiran seperti yang selama ini terjadi. Maka dengan ini Perlu himbauan dan ajakan agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan kita. Karena itu persoalan dan dampak kerugian ekonominya juga sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. ADV/ ROBERT ST
