Festival Pencak Silat di Kabupaten Bandung Barat Berlangsung Meriah, Didukung Kementerian Kebudayaan RI

Bagikan ke :

WIP | BANDUNG BARAT — Festival pencak silat yang digelar di Kampung Ciburial RT 01/RW 15, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

VIDEO LIPUTAN :

Festival Pencak Silat di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, diikuti 16 perguruan dan sekitar 250 peserta.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (15/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Festival pencak silat tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bersama Sindongdana dan LPDP. Kegiatan juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarperguruan pencak silat yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Kecamatan Ngamprah dan sekitarnya.

Festival Pencak Silat di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, diikuti 16 perguruan dan sekitar 250 peserta.

Pencak Silat, Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya yang beragam. Pencak silat menjadi salah satu warisan budaya yang perlu terus dijaga keberadaannya, khususnya oleh generasi muda.

Selain menjadi seni bela diri, pencak silat juga berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari seni dan tradisi masyarakat Indonesia.

Festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari dan mengembangkan pencak silat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan bangsa.

Diikuti 16 Perguruan dan 250 Peserta

Ketua Festival Pencak Silat tingkat Kabupaten Bandung Barat, Marna Sumardi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 16 perguruan pencak silat yang berada di wilayah Kecamatan Ngamprah dan sekitarnya.

“Pesertanya sekitar 250 orang. Terdiri dari kategori anak, praremaja sampai remaja, baik putra maupun putri, termasuk kategori perorangan,” ujar Marna.

Festival dilaksanakan selama dua hari. Para peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam seni pencak silat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan bagi peserta, di antaranya piagam dan medali.

Menurut Marna, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit unggulan yang diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Bandung Barat ke tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

Dorong Munculnya Bibit Atlet Berprestasi

Marna berharap festival pencak silat dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga pembinaan generasi muda dapat dilakukan secara konsisten.

“Harapan saya ke depannya acara ini bisa berjalan terus dan berkelanjutan agar mencari bibit unggulan untuk tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia juga menilai festival tersebut memiliki makna penting dalam menjaga dan memelihara kesenian asli Indonesia, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarpadepokan dan perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Ngamprah dan wilayah sekitarnya.

Libatkan Pemerintah dan Hidupkan UMKM Masyarakat

Festival pencak silat tersebut turut dihadiri unsur pemerintah desa, kepolisian melalui Kapolsek, serta sejumlah dinas terkait dari Kabupaten Bandung Barat dan unsur pemerintah provinsi.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan pertunjukan dan pertandingan pencak silat. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

Festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi melalui berbagai produk dan usaha yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Apresiasi Seluruh Pihak

Marna Sumardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah tingkat kabupaten, kecamatan dan pemerintah desa. Terima kasih juga kepada seluruh padepokan yang ikut antusias dari awal sampai akhir serta panitia sehingga acara dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Ia berharap dukungan terhadap kegiatan pelestarian pencak silat dapat terus ditingkatkan sehingga seni budaya tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang tinggi, Festival Pencak Silat di Kecamatan Ngamprah diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus menjadi salah satu langkah nyata dalam melahirkan generasi muda yang berprestasi dan mencintai budaya bangsa.

(Miswanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *